Selasa, 11 Juni 2013



Hari ini,
Setelah tujuh tahun meninggalkan kota ini, untuk pertama kalinya aku ke stasiun ini lagi. Tidak banyak yang berubah dengan stasiun ini. Bahkan kios penjual Koran dan makanan kecil di dalam stasiun masih seperti tujuh tahun silam.
Kumasukkan tiket kereta ekonomi AC ke dalam saku. Sebenarnya aku tidak mempunyai tujuan akan kemana. Aku hanya ingin bernostalgia dengan tempat ini. Mengingat pertemanan singkatku dengan seorang anak, pejuang kehidupan, bernama Ucup.
***

Stasiun ini, tujuh tahun silam.
Kalau bukan karena terpaksa, aku pasti tidak mau berangkat ke sekolah naik KRL.
Usaha ayahku yang sedang bermasalah, hingga berakibat dijualnya beberapa properti keluarga termasuk mobil kami memaksaku untuk berangkat ke sekolah dengan kendaraan umum. Dan KRL menjadi pilihan demi menghindari macet.
Suara petugas informasi dari pengeras suara yang berulang-ulang beradu dengan teriakan pedagang asongan dan nyanyian para pengamen jalanan.
“Permisi Om…” Suara polos seorang bocah laki-laki menyita perhatianku.
Umurnya mungkin sepuluh tahun, penampilannya kumal, seperti kebanyakan anak jalanan yang berkeliaran di stasiun ini. Dia membawa kecrekan, balok kayu sepanjang tiga puluhan senti yang dipaku dan dipasangi beberapa bekas tutup botol yang dipipihkan.
“…. Cukuplah saja berteman denganku
Janganlah kau meminta lebih
Lebih baik kita berteman, kita beteman saja
Teman tapi mesra….”
Mengalunlah lagu Teman Tapi Mesra (TTM)-nya duo Ratu yang sedang populer itu.
Setelah lagunya selesai, anak itu mengedarkan kantong plastik bekas pembungkus permen ke hadapan orang-orang. Beberapa menjatuhkan koin-koin rupiah. Tapi lebih banyak yang acuh, pura-pura tidak tahu dan menolak dengan tatapan jijik.
“Bang!” ucapnya padaku.
Dengan malas, kulambaikan tanganku menolak, seraya bangkit menuju kereta yang baru datang, bersama ratusan penumpang lain.
....
Sorenya, sepulang sekolah.
Cuaca panas membuatku merasa lemas. Tenggorokan pun terasa kering. Segelas minuman dingin tentu nikmat sekali.
“Minum, bang! cuma gopek!” suara itu menyadarkanku.
Seorang bocah laki-laki menyodorkan segelas minuman dingin. Kuterima dan kubayar dengan sekeping lima ratus rupiah. Saat itulah baru kusadari bocah ini adalah bocah pengamen yang tadi pagi menyanyikan TTM-nya Ratu.
“Makasih, bang,” ucapnya riang lalu meninggalkanku.
“Yang Minum… Dingin-dingin! Aqua gelas! Teh gelas! Teh Botol! Dingin-dingin…!” teriaknya dengan suara yang tetap polos.
....
Keesokan harinya aku kembali bertemu dengan bocah pengamen dan penjual minuman yang entah siapa namanya itu.
Aku baru turun dari KRL sepulang sekolah. Di sudut stasiun kulihat dua orang anak jalanan sedang berkelahi. Saling tendang, saling pukul dan jambak. Tapi tak ada seorang pun yang melerai. Bahkan orang-orang itu malah menyoraki mereka, seolah perkelahian itu adalah sebuah hiburan gratis. Sekilas aku melihat perkelahian itu. Dan... Ah, salah satu anak jalanan yang terlibat perkelahian itu adalah bocah kemarin. Aku meninggalkan tempat itu, tidak mau mencari masalah. Atau berlagak sok jagoan.
....
Beberapa hari kemudian, setelah perkelahian itu, aku tidak melihat bocah pengamen itu lagi.
“Yang Minum… Dingin-dingin! Aqua gelas! Teh gelas! Teh Botol! Dingin-dingin…!” Rasanya aku kenal dengan teriakan itu.
Dan benar, memang anak itu. Tapi… dia memkai setelan merah-putih, bersepatu dan menyandang tas sekolah yang semuanya tampak lusuh. Dalam seragam sekolahnya anak itu masih sempat menjajakan jualan minuman dinginnya.
“Minum, bang! cuma gopek!” Dia menawariku, sama seperti waktu itu.
“Kamu sekolah?” tanyaku penasaran.
Sekilas dia menatapku, lalu menjawab singkat, “Iya.”
....
Mungkin karena sering bertemu, akhirnya aku pun berteman dengan Ucup. Nama lengkapnya Muhammad Yusuf. Tapi oleh teman-temannya, sesama anak jalanan, dia biasa dipanggil Ucup.
“Gue sekolah karena Bapak Ibu gue, bang!” akunya. “Padahal gue lebih suka ngamen sama jualan.”
“Memangnya kamu nggak ingin jadi orang pintar?” tanyaku klise.
“Kalo kita pintar bisa jadi orang kaya, ya, bang?” tanyanya lugu.
Aku mengangguk. “Apalagi kalau tidak punya iman. Dengan kepintarannya bisa membodohi orang lain… seperti keadaan orang-orang yang mengaku pemimpin kita.”
“Oke, deh,” kata Ucup. “Abang denger nih, ya! Gue akan terus sekolah, bang! Biar Bapak Ibu gue seneng! T’eus gue bisa pinter biar bisa jadi orang kaya!!!”
Stasiun ini menjadi saksi mimpi sederhana Ucup tujuh tahun silam. Juga tekadnya yang besar tak terhingga
***

Sudah hampir setengah jam aku terjebak di dalam kereta ekonomi AC yang harga tiketnya lima kali lipat dari kereta ekonomi biasa ini. Lagi-lagi… gara-gara listrik padam. Aku tidak bisa membayangkan jika hal ini terjadi di luar negri sana, Jepang atau Amerika misalnya. Berapa besar kerugian yang akan terjadi. Itu pun kalau disana memang terjadi.
Tapi di negara kita, listrik padam sehingga KRL macet seperti sudah biasa.  Penumpukan penumpang di stasiun sudah lumrah. Petugas informasi di stasiun yang harus berteriak-teriak memberi informasi pada penumpang dengan TOA juga sudah menganggapnya sebagai resiko pekerjaan.
“Mohon Perhatian!!! Dari jalur tiga akan melintas langsung kereta barang, …..!!!”
Kasihan juga petugas itu. Kalau listrik padam sampai sehari penuh, bisa-bisa besok dia tidak masuk kerja karena tenggorokannya sakit akibat terus berteriak-teriak.
Dari dalam gerbong aku bisa melihat petugas itu. Masih muda. Mungkin masih tujuh belasan tahunan.
Tapi, kok sepertinya aku pernah mengenalnnya. Kuamati lekat-lekat pemuda itu. Dan…
Kereta barang yang tadi diinformasikannya pun melintas.
Aku masih sempat melihat pemuda itu lagi sebelum dia berbalik dan kembali ke ruang kerjanya.
“Tidak salah lagi!” pekikku dalam hati.
Aku ingin keluar dari gerbong ini, dan menemui pemuda petugas informasi itu. Tapi pintu gerbong sudah tertutup, secara otomatis.
Tapi, setidaknya, dari bad yang melekat didadanya aku tahu kalau petugas informasi itu adalah temanku yang hebat, bocah pejuang kehidupan: Ucup.



Jakarta, 17 1010

Buat yang menyukai tantangan dalam bidang penulisan, event ini pasti nggak bakal dilewatin gitu ajah ... cekidot!




Rohto Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Rayakultura mengadakan Lomba Menulis Cerita Ramaja 2013 berhadiah total Rp 92 juta. Lomba ini dibagi dalam 3 kategori yaitu kategori A untuk pelajar SLTP, kategori B untuk pelajar SLTA dan kategori C untuk mahasiswa, penulis/pengarang dan umum.
Syarat-Syarat Lomba
1. Lomba terbuka bagi pelajar (Kategori A: Pelajar SLTP; Kategori B: Pelajar SLTA), mahasiswa, penulis/pengarang dan umum (Kategori C), warga Indonesia di Tanah Air maupun yang bermukim di Luar Negeri.
2. Lomba dibuka 1 April 2013 dan ditutup 25 September 2013 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar, indah (literer) dan komunikatif
4. Naskah yang dilombakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran), belum pernah dipublikasi dalam bentuk apa pun dan tidak sedang disertakan lomba serupa
5. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek rona kehidupannya (cinta, harapan, kepedihan, perjuangan, kekecewaan, perjuangan hidup dan pencerahan)
6. Panjang naskah 5 – 10 halaman A4, 1,5 spasi Times New Roman 12 Font, 2 (dua) rangkap, dilampiri foto copy identitas KTP/Kartu Pelajar/Paspor/SIM/Kartu Keluarga (Pilih salah satu) dan foto pose bebas serta file naskah cerpen yang dilombakan dalam CD/DVD
7. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) judul. Perjudul dilampiri struk/bon pembelian produk PT Rohto Laboratories Indonesia (jenis produk apa saja, bebas memilih) – klik www.rohto.co.id
8. Naskah dikirim ke Sekretariat LMCR: Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau Sentul City Bogor 16810, dalam amplop tertutup dilampiri persyaratan Butir 6 dan 7, tulis keterangan Kategori-nya A, B atau C di bagian kanan atas amplop.
9. Naskah yang dilombakan menjadi milik penyelenggara, hakcipta pada pengarang
10. Pemenang diumumkan 26 Oktober 2013
11. Daftar Pemenang dan Hadiah sebagai berikut:
- Kategori A: Pemenang 1: Rohto-Mentholatum Golden Award + Uang Tunai Rp 4.000.000,-; Pemenang 2: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 3.000.000; Pemenang 3: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 2.000.000,- ; 10 Pemenang Harapan, masing-masing memperoleh: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 500.000,- dan Pemenang 25 Karya Favorit – Piagam Rohto-Mentholatum.
- Kategori B: Pemenang 1: Rohto-Mentholatum Golden Award + Uang Tunai Rp 5.000.000,-; Pemenang 2: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 4.000.000,-; Pemenang 3: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai Rp 3.000.000 dan 8 Pemenang Harapan, masing-masing memperoleh Piagam Rohto Mentholatum + Uang Tunai Rp 500.000,- dan Pemenang 60 Karya Favorit: Piagam Rohto-Mentholatum.
- Kategori C: Pemenang 1: Rohto-Mentholatum Golden Award + Uang Tunai 7.000.000,- ; Pemenang 2: Piagam Mentholatum + Uang Tunai Rp 6.000.000,-; Pemenang 3: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Tunai 4000.000,-; 8 Pemenang Harapan masing-masing memperoleh: Piagam Rohto-Mentholatum + Uang Rp 750.000,- dan 150 Pemenang Karya Favorit: Piagam Rohto-Mentholatum.
Info Selengkapnya langsung ke web penyelenggara : www.rayakultura.net

Kamis, 25 April 2013







Untuk ukuran popularitas Percy Jackson (Rick Riordan) boleh saja kalah dengan Harry Potter (JK. Rowling). Tapi buat saya –dan ini barangkali subjektif- cara Rick Riordan membangun cerita jauh lebih keren dari pada JK. Rowling.
Sama-sama bergenre fantasi dengan tokoh utama anak-anak –hingga remaja- dua serial ini menceritakan dunianya masing-masing, Harry Potter dengan dunia sihir, sedangkan Percy Jakcson menceritakan anak-anak setengah dewa –Masih ingat dengan Herkules yang sempat tayang di televisi? Bukan. Bukan yang penyanyi dangdut.
Kembali ke Percy Jackson. Sejak seri pertama (The Lightning Thief) saya langsung jatuh hati pada serial ini. Mengutip apa yang ditulis oleh New York Times Book Review tentang buku ini:
“Dikisahkan dengan kecepatan sempurna, dengan momen-momen yang menyetrum dan saling berkejaran laksana detak jantung.”
Saya pun sepakat dengan penilaian itu. Rick Riordan, menurut saya, telah sukses ‘mengawinkan’ Mitologi Yunani dengan cerita remaja –Amerika- masa kini -yang khas Hollywood.

BAGAIMANA ORANG BARAT MEMANDANG MITOS?
Setiap bangsa pasti memiliki cerita yang berkaitan dengan Mitologi. Indonesia misalnya. Negara kita sesungguhnya memiliki cerita-cerita mitologi yang tak terhitung. Bahkan, setiap daerah memiliki tokoh mitologi yang berbeda dengan daerah lain. Secara turun-temurun, Orang Jawa mempercayai Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Laut Selatan (Segara Kidul) dengan segala cerita mistis yang menyertainya. Lebih ke Barat, ada cerita-cerita tentang Prabu Siliwangi, Sungai Ciliwung dan sebagainya. Ini baru di pulau Jawa, belum di pulau-pulau lain.
Mitologi. Di Indonesia –yang berazas Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa, topik ini sebenarnya seringkali memunculkan perdebatan-perdebatan. Sebagian pihak merasa khawatir akan kembali munculnya praktek-praktek syirik, seperti yang biasa terjadi di masa lalu: cenayang, aji-aji, sesajen, dsb. Tapi ada juga yang menganggap cerita-cerita legenda itu sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga.
Berbeda dengan di negara-negara Barat, yang mengagungkan kebebesan individu –termasuk kebebasan untuk tidak beragama dan ber-Tuhan. Selama tidak merugikan orang lain, apa pun halal hukumnya.
Sampai saat ini, mayoritas Orang Barat menjadi penganut Nasrani (Kristen), di samping agama lain –termasuk Islam yang dibawa oleh para imigran- dan orang-orang yang tidak beragama.
Berbeda dengan Orang Jawa yang mengangap Nyi Roro Kidul sebagai tokoh sakral yang ‘ditakuti’ –sehingga harus diberi sesajen- The West menganggap tokoh-tokoh dalam mitologi mereka ‘sederajat’ dengan karakter super-hero yang diciptakan oleh para pencerita modern (Supermen, Batman, Spiderman).
Hal inilah yang kemudian membuat Rick Riordan sukses ‘membangunkan’ dewa-dewi Yunani menjadi figur-figur yang jauh lebih keren. Namun di sisi lain, hal ini juga menciptakan beberapa kekonyolsn dalam cerita yang ditulisnya.
Ini di antaranya:

MITOLOGI BARAT BERHASIL DITULIS ULANG DENGAN LEBIH MODERN. 
Dengan latar belakang cerita remaja modern, dasar-dasar mitologi Yunani berhasil diceritakan dengan baik. Tentang dua belas dewa-dewi bangsa Olympia, sejarahnya, serta peran masing-masing dewa-dewi terhadap alam –terutama Peradaban Barat.
MEMPROMOSIKAN BARAT/AMERIKA SEBAGAI PUSAT PERADABAN DUNIA. 
Gunung Olympus yang menjadi kediaman para dewa-dewi penguasa dunia, oleh Riordan diklaim berada di atas Empire State Building, Amerika, yang sekaligus menjadi penanda bahwa Amerika-lah pusat peradaban dunia. Bah! Alangkah arogannya!
DEWA-DEWI BERADA DI BAWAH KUASA TUHAN DAN BISA LENYAP.
Ternyata, para dewa-dewi Olympia yang abadi dan berkuasa itu hanya semacam simbol dari setiap unsur yang ada di alam (Zeus simbol langit, Poseidon: laut, Hades: alam kubur, Apollo: matahari, Hermes: penyampai pesan, dsb…. seperti para malaikat dalam Islam, kali ya?)
Menurut Riordan, walaupun para dewa-dewi Olympia memegang keabadian, tapi suatu saat nanti juga bisa lenyap, jika Peradaban Barat lenyap. Membingungkan, nggak sih?
Lalu, siapakah Tuhan bangsa Olympia? Dan apa peran Tuhan dalam hidup manusia? Ternyata, hanya Tuhan dan penulis sendirilah yang tahu.
DEWA-DEWI BISA TAMPIL MODERN DAN KEREN.
Karena mengikuti peradaban Barat yang terus berkembang, dewa-dewi Olympia juga selalu tampil trendy, memakai baju-baju terkini, juga mengendarai kendaraan tercanggih. Bandingkan dengan karakter mitologi kita! Wewe Gombel, misalnya…. (Wewe Gombel, termasuk mitologi, bukan?) Dari zaman dulu sampai kiamat nanti, sosok lelembut yang suka menculik anak-anak ini, seperti tidak pernah berubah: serem, nggak ada modis-modisnya.
DEWA-DEWI JUGA PERLU MAKAN, MINUM…. DAN KAWIN.
Aneh, ya? Tapi, begitulah yang ditulis oleh Riordan. Diceritakan bahwa dewa-dewi Olympia juga perlu makan, minum, tidur…. dan kawin. Karena berlatar kehidupan Barat, para dewa-dewi ‘yang mulia’ itu tidak harus menikah secara resmi –tidak perlu datang ke catatan sipil, apalagi penghulu. Selingkuh juga bukan sesuatu yang tabu, lho! Buktinya, Ares (dewa perang) digambarkan suka berselingkuh dengan Aphrodite (dewi cinta) yang sudah bersuamikan Hephaestus.
Pernah dengar istilah Manusia Setengah Dewa? Herkules adalah salah satu manusia setengah dewa yang paling terkenal. Dikisahkan, Zeus adalah ayah Herkules dengan seorang ibu dari bangsa manusia. Padahal, Zeus sudah menikah dengan Hera (dewi pernikahan). Inilah yang membuat Hera berkali-kali mencoba membunuh Herkules.
Nah, kalau selama ini Orang Barat selalu menentang praktek poligami, ternyata hal itu tidak berlaku buat para dewa-dewi. Mungkin, karena mereka berkuasa, jadi sah-sah saja kalau mau berpoligami.
Dewa-dewi Olympia ternyata boleh menikah berkali-kali, dengan siapa saja termasuk dengan bangsa non-Olympia. Parahnya, ada dewa yang hobinya mengawini monster dan hantu –mengerikan, ya? Dari hasil perkawinan dewa-dewi dengan manusia, lahirlah anak-anak blasteran (manusia setengah dewa). Sedangkan dari hasil persilangan dewa-monster/hantu, lahirlah bangsa Cyplops (si mata satu yang kebal api)
PROSES PENCIPTAAN DAN KELAHIRAN YANG ABSURD.
Dalam Islam, dikisahkan bahwa Nabi Isa as, dilahirkan tanpa seorang ayah (tanpa proses kawin). Banyak yang menganggap hal ini tidak masuk akal. Namun, Alqur’an menegaskan, penciptaan seperti ini mudah saja bagi Allah Swt, seperti saat Allah Swt. menciptakan Adam as. Manusia pertama yang tidak mempunyai orang tua.
Jika Isa as. dilahirkan oleh Maryam dengan proses yang alami, tidak demikian dengan tokoh penting ini.
Athena (dewi kebijaksanaan) ternyata lahir tanpa ibu. Alkisah, Athena tiba-tiba mencuat keluar dari kepala Zeus, Bum! Seterusnya, anak-anak Athena –Si Athena ini dewi perawan, jadi tidak boleh kawin- juga bermunculan seperti sang ibu. Masuk akal kah?

JADI….
Ø  Sekeren apa pun Mitologi Yunani, ternyata tidak lepas dari hal-hal konyol dan tidak masuk akal.
Ø  Sesederhana –atau dalam bahasa kasar, sehancur- apa pun tokoh-tokoh Mitologi Kita (Mak Lampir, Nini Pelet) inilah peninggalan nenek moyang bangsa kita.
Ø  Sekali lagi! Mitologi…. Silakan didiskusikan –atau diperdebatkan! Tapi, jangan sampai menjadi sebab perpecahan.
Ø  Yang terakhir! Suka/percaya dengan kekuatan-kekuatan alam (Mitologi) barangkali merupakan sifat yang manusiawi. Tapi keyakinan pada Tuhan tetap harus menjadi yang paling utama.



Kamis, 03 Januari 2013

Beberapa teman masih sering bertanya tentang bagaimana download video lewat situs www.youtube.com Memang mengunduh video gampang-gampang susah. Penyebabnya juga bermacam-macam.

Nah, sebelum kita membahas tentang cara download video youtube, mending kita cek and ricek dulu. Pertama dan yang paling utama mungkin, pastikan koneksi internet anda mendukung. Maksudnya sinyalnya ndak putus nyambung dan kecepatannya koneksinya memungkinkan.

Kadang mau download satu buah video yang kecil aja, setengah mati lah menunggu dan bersabar. Baru jalan berapa detik videonya, muncul buffernya (yang muter-muter di tengah video trus ilang kalau video jalan lagi). Dikit-dikitt buffer lagi, buffer lagi. Jadi kalo kecepatan koneksi internet anda lambat dan anda tipe jiwa-jiwa yang kurang sabar, saran saya don’t do it. Mending ke warnet saja bentar. Atau menunggu internet di Indonesia jadi cepat dan entah kapan itu terjadi.

Masalah sinyal yang putus nyambung, kita juga harus waspada. Biasanya terjadi pada internet via hotspot, modem atau yang jenis nirkabel lain. Maklum, untuk jenis nirkabel (tanpa kabel) cuaca, jarak dan kemampuan wearless sangat menentukan. Ini pengalaman pribadi lagi, sekadar download satu video, karena menyadari jaringan yang lemot, aku sambi bobo (duh imut banget ya…) semalaman. Dan paginya, jrengg…. mimpi semalam ternyata lebih indah. Gagal, gagal dan gagal. Mungkinn kejadiannya, udah mau penuh proses downloadnya, eh… sinyal ilang. Pas nyambung, mulai lagi dari awal, trus sinyal ilang, putus lagi. Dan lagi dan lagi sampai pagi.

Selanjutnya proses downloadnya. Ada beberapa sofware yang biasa digunakan.Saya sendiri lebih sering memakai Keepvid. (Selain itu ada Savevid dll)

Pertama. Buka dulu www.keepvid.com tampilan yang akan muncul:


Selanjutnya, masuk ke youtube. Pilih video yang mau didownload. Setelah ketemu, copy alamat URL nya. Lihat tanda panah merah.


Setelah dicopy, lalu buka lagi tampilan keepvid.com dan paste di kolom yang dikasih tanda panah merah. Trus klik DOWNLOAD di samping kanannya. Nantti kira-kira hasilnya seperti contoh di bawah ini.





Kalau sudah pilih salah satu format video yang disukai dan tergantung player yang digunakan. Biasanya format (dibelakang nama video) yang disediakan ada FLV, MP4, WebM, dan 3GP (untuk HP) dan tambahan MP3 (hanya file audio saja). Semuanya bisa diputer pake GOM, FLV, dan K-LIte COdec.

Terkadang tampilan pilihan file tidak dimunculkan, tapi server malah minta diinstal JAVA. Kalo begitu kejadiannya, berarti komputer anda belum ada aplikasi java-nya. ... kacian, deh :

Untuk pembahasan cara download dan instal java, akan dibahas di lain kesempatan.

Nah, mudah, tho? Silahkan berpuas-puas mendownload video youtube. Tapi ingat, video yang baik-baik saja ya. Biar berkah.

Senin, 17 Desember 2012



Info buat yang punya naskah, dan mau diterbitkan.

KOMEDI
1.    PELIT (PERSONAL LITERATURE) KOMEDI
  • Naskah ditulis dengan ketebalan 80-150 halaman A4, spasi 1, jenis huruf Times New Roman ukuran 12 dengan margin standar. Untuk jenis huruf judul atau subbab, kamu boleh menggunakan jenis huruf lainnya.
  • Sertakan sinopsis naskah, keunggulan naskah, dan Form Pengiriman Naskah* yang bisa kamu unduh di website Bukuné.
  • Humor/komedi tidak mengandung SARA, menjelekkan, atau mengintimidasi orang lain dan instansi.
  • Naskah harus karya asli (original) bukan copy paste, menarik, dan berbeda dari yang ada di pasaran.
  • Kirimkan naskah kamu dalam bentuk hardcopy/print out (sudah di-print) dengan kondisi naskah sudah selesai dan dijilid rapi ke:

REDAKSI BUKUNÉ
Jl. H. Montong No. 57
Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630
(Kode Naskah: PELIT KOMEDI – ditulis di naskah dan di amplopmu)

  • Contoh buku PELIT KOMEDI Bukuné:
  1. Cado-cado (Ferdiriva Hamzah)
  2. Mother Keder (Viyanthi Silvana)
  3. Babi Ngesot (Raditya Dika)
2.    NOVEL KOMEDI
  • Naskah ditulis dengan ketebalan 80-150 halaman A4, spasi 1, jenis huruf Times New Roman ukuran 12 dengan margin standar. Untuk jenis huruf judul atau subbab, kamu boleh menggunakan jenis huruf lainnya.
  •  
  • Sertakan sinopsis mengenai naskah kamu, keunggulan naskah, dan Form Pengiriman Naskah* yang bisa kamu unduh di website Bukuné.
  • Humor/komedi tidak mengandung SARA, menjelekkan, atau mengintimidasi orang lain dan instansi.
  • Naskah harus karya asli (original) bukan copy paste, menarik, dan berbeda dari yang ada di pasaran.
  • Kirimkan naskah kamu dalam bentuk hardcopy/print out (sudah di-print) dengan kondisi naskah sudah selesai dan dijilid rapi ke:

REDAKSI BUKUNÉ
Jl. H. Montong No. 57
Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630
(Kode Naskah: NOVEL KOMEDI – ditulis di naskah dan di amplopmu)

  • Contoh buku NOVEL KOMEDI Bukuné:
  1. The Maling of Kolor (Roy Saputra)


3.    KOMEDI YANG BELUM TERDEFINISIKAN (KUMPULAN KOMEDI)
  • Naskah ditulis dengan ketebalan 60-120 halaman A4, spasi 1, jenis huruf Times New Roman ukuran 12 dengan margin standar. Untuk font judul atau subbab, kamu boleh menggunakan jenus huruf lainnya.
  • Sertakan sinopsis mengenai naskah kamu, keunggulan naskah, dan Form Pengiriman Naskah* yang bisa kamu unduh di website Bukuné.
  • Humor/komedi tidak mengandung SARA, menjelekan atau mengintimidasi orang lain dan instansi.
  • Naskah harus karya asli (original), bukan copy paste, menarik, dan berbeda dari yang ada di pasaran.
  • Kirimkan naskah kamu dalam bentuk hardcopy/print out (sudah di-print) dengan kondisi naskah sudah selesai dan dijilid rapi ke:

REDAKSI BUKUNÉ
Jl. H. Montong No. 57
Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630
(Kode Naskah: KUMPULAN KOMEDI – ditulis di naskah dan di amplopmu)

KOMIK
Ketentuan naskah:
-    Naskah komik dibuat dengan ketebalan minimal 120 halaman dengan ukuran 19cm x 13cm.
-    Kirimkan contoh gambar dan contoh komik (sudah berpanel) minimal 6 halaman.
-    Komik bisa berupa komik strip (min 3 panel) atau cerita per buku.
-    Sertakan sinopsis naskah, keunggulan naskah, dan Form Pengiriman Naskah *yang bisa diunduh di website Bukune
-    Cerita tidak mengandung SARA, menjelekan, atau mengintimidasi orang lain dan instansi.
-    Karakter dan cerita dalam komik harus asli bukan milik atau hak cipta orang lain
-    Kirimkan komik kamu dalam bentuk hardcopy/print out (sudah di-print) dengan rapi ke:


Redaksi Bukune
Jl.H. Montong No. 57
Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan
12630


Contoh komik terbitan Bukune:

-    Mas Gembol, Pejabat Bukan Penjahat (Wahyu Aditya)
-    Manjali 1 & 2 (Dannie Faizal Morran)
-    Ngampus!!! Buka-bukaan Aib Mahasiswa (Fazameonk)

FIKSI / NOVEL

1. NOVEL ROMANCE (DEWASA/ REMAJA)
Novel romance menggunakan “cinta” dan segala persoalan dalam relationship sebagai tema besar cerita.
- Novel romance remaja mengetengahkan persoalan cinta remaja dan dewasa muda (usia 17—24 tahun), dalam dunia sekolah atau kuliah. Unsur bahasa sangat penting untuk membuat alur ceritamu mengalir dan terasa romantis dan “manis”.
- Novel romance dewasa mengetengahkan permasalahan kehidupan usia dewasa (usia 25—40 tahun), lajang maupun menikah. Cerita yang diangkat berkisar dalam persoalan kehidupan pernikahan dan masalah keluarga, serta persoalan rumah tangga lainnya.

2. NOVEL INSPIRATIF
Novel inspiratif merupakan cerita fiksi yang mampu memberi inspirasi atau ilham kepada pembaca melalui cerita yang disampaikan. Persoalan yang diketengahkan bisa dalam bidang pendidikan, bidang kehidupan sosial, maupun bidang lainnya yang mampu memberi pencerahan baru kepada pembaca.

Ketentuan Umum
•    Naskah harus karya asli (original), dengan tema yang menarik, unik, dan berbeda dengan yang ada di pasaran.
•    Naskah ditulis dengan ketebalan 80—150 halaman A4, spasi 1, jenis huruf Times New Roman (ukuran 12 dengan margin standar). Untuk jenis huruf judul atau subbab, kamu boleh menggunakan jenis huruf lainnya.
•    Isi naskah tidak mengandung SARA dan tidak melanggar hak cipta orang lain.
•    Sesuaikan gaya bahasa naskahmu dengan isi naskah dan target pasar naskahmu.
•    Sertakan sinopsis naskah, keunggulan naskah, dan Form Pengiriman Naskah* yang bisa kamu unduh di website Bukuné.
•    Cantumkan Kode Naskah “NOVEL ROMANCE/NOVEL INSPIRATIF”, di sudut kanan amplop.
Kirimkan naskah kamu dalam bentuk hardcopy/print out (jangan lupa dijilid rapi, ya) ke:


REDAKSI BUKUNÉ
Jl. H. Montong No. 57
Ciganjur-Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630


NON FIKSI
1.    BAHASA
  • Panjang naskah minimal 80 halaman, times new roman 12pt, spasi 1.
  • Bisa juga berupa ide, outline, atau proposal ide.
  • Naskah bisa dikirimkan melalui pos ke:

Redaksi Bukune
Jln. H. Montong No. 57
Ciganjur Jagakarsa
Jakarta Selatan 12630
Jangan lupa mencantumkan jenis naskah di pojok kanan atas
Atau bisa juga di e-mail ke: redaksi@bukune.com
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
  • Melengkapi Form Pengiriman Naskah* yang bisa didapatkan di http://www.bukune.com/
  • Bersedia mengikuti deadline yang telah disepakati.
Orisinalitas
  • Buku bahasa cukup banyak beredar di pasaran, karena itu naskah atau ide yang diajukan harus memiliki nilai lebih dan berbeda dari buku bahasa yang ada di pasaran.
  • Ide, outline, atau proposal ide merupakan ide asli penulis, belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku sebelumnya.
Cara Penyajian
  • Buku bahasa ditujukan untuk orang-orang yang baru belajar bahasa.
  • Pokok bahasan harus sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti grammar, percakapan, kosa kata bahasa asing.
  • Cara penyampaian dibuat sesederhana mungkin, dengan gaya bahasa yang non formal namun tetap sopan.
  • Hindari menggunakan istilah teknis yang kurang dimengerti dan tidak umum digunakan.

Lain-lain
  • Bersedia membuat cd atau perangkat pendukung lainnya sebagai nilai tambah terhadap buku.

2.    KOMPUTER
  • Panjang naskah minimal 80 halaman, times new roman 12pt, spasi 1.
  • Bisa juga berupa ide, outline, atau proposal ide.
  • Naskah bisa dikirimkan melalui pos ke:
Redaksi Bukune
Jln. H. Montong No. 57
Ciganjur Jagakarsa
Jakarta Selatan 12630
Jangan lupa mencantumkan jenis naskah di pojok kanan atas
Atau bisa juga di e-mail ke: 
redaksi@bukune.com
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
  • Melengkapi Form Pengiriman Naskah* yang bisa didapatkan di www.bukune.com.
  • Bersedia mengikuti deadline yang telah disepakati.
Tema yang Diangkat
  • Buku komputer mengangkat salah satu dari tiga bidang ini:  internet, gadget/peralatan elektronik, software.
  • Untuk internet dan gadget, tema yang diangkat harus disesuaikan dengan tren dan gaya hidup yang sedang dan akan berlaku di kalangan remaja. Contohnya: buku Blackberry Itu Mudah yang mengupas seluk beluk handphone Blackberry yang sedang digandrungi oleh remaja saat ini.
  • Untuk software, tema buku mengangkat topik-topik yang ditujukan untuk pemula dan orang awam. Contoh: Photoshop untuk Pemula yang berisi panduan menggunakan Photoshop untuk orang-orang yang baru belajar. Fungsi-fungsi yang digunakan juga hanya fungsi dasar saja.
Orisinalitas
  • Naskah atau ide yang diajukan harus memiliki nilai lebih dan berbeda dari buku bahasa yang ada di pasaran.
  • Ide, outline, atau proposal ide merupakan ide asli penulis, belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku sebelumnya.
Cara Penyajian
  • Cara penyampaian dibuat sesederhana mungkin, dengan gaya bahasa yang non formal namun tetap sopan.
  • Hindari menggunakan istilah teknis yang kurang dimengerti dan tidak umum digunakan.
  • Perbanyak ilustrasi pendukung atau screen shot untuk membantu menyampaikan penjelasan.
Lain-lain
  • Bersedia membuat cd atau perangkat pendukung lainnya sebagai nilai tambah terhadap buku.

3.    PSIKOLOGI POPULER
  • Panjang naskah minimal 80 halaman, times new roman 12pt, spasi 1.
  • Bisa juga berupa ide, outline, atau proposal ide.
  • Naskah bisa dikirimkan melalui pos ke:
Redaksi Bukune
Jln. H. Montong No. 57
Ciganjur Jagakarsa
Jakarta Selatan 12630
Jangan lupa mencantumkan jenis naskah di pojok kanan atas
Atau bisa juga di e-mail ke: redaksi@bukune.com
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
  • Melengkapi Form Pengiriman Naskah* yang bisa didapatkan di www.bukune.com.
  • Bersedia mengikuti deadline yang telah disepakati.
Tema yang Diangkat
  • Buku komputer mengangkat salah satu dari tiga bidang ini: parapsikologi, kesehatan remaja, dan lifestyle remaja.
  • Parapsikologi adalah bidang yang berhubungan dengan ramal meramal, seperti Tarot, Membaca Tangan, Primbon atau yang lainnya. Topik bahasan yang diangkat seputar dasar-dasar bidang tersebut dikaitkan dengan kebutuhan remaja seputar cinta, sekolah, dan pergaulan. Contoh: buku Easy Tarot yang berisi dasar-dasar membaca tarot.
  • Tema kesehatan remaja yang diangkat disesuaikan dengan kebutuhan informasi kesehatan untuk remaja, contoh kesehatan kulit, atau diet yang sehat.
  • Tema lifestyle remaja mengangkat seputar kehidupan remaja sehari-hari seperti fashion, kecantikan, dll.
Orisinalitas
  • Naskah atau ide yang diajukan harus memiliki nilai lebih dan berbeda dari buku bahasa yang ada di pasaran.
  • Ide, outline, atau proposal ide merupakan ide asli penulis, belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku sebelumnya.
Cara Penyajian
  • Cara penyampaian dibuat sesederhana mungkin, dengan gaya bahasa yang non formal namun tetap sopan.
  • Hindari menggunakan istilah teknis yang kurang dimengerti dan tidak umum digunakan.
Lain-lain
  • Bersedia membuat cd atau perangkat pendukung lainnya sebagai nilai tambah terhadap buku.

Untuk melengkapi persyaratan pengajuan naskah, silakan download Form Checklist Naskah di sini!

Halaman Ibnu Shalih © 2013 | Powered by Blogger | Blogger Template by DesignCart.org